Polewali Mandar, Tomandar— Kompleksitas persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini menuntut hadirnya pendekatan bersifat kuratif, dan preventif. Dari persoalan keluarga, pendidikan, pergaulan anak dan remaja, tekanan ekonomi, tantangan dalam pelayanan publik hingga kehidupan sosial-keagamaan, semuanya membutuhkan pemahaman psikologis yang utuh.
Pesan itulah yang disampaikan Ketua Badan Pengurus Pusat Kerukunan Wanita Mandar Sulawesi Barat (BPP-KWMSB), Dr. Asriaty Alda Zain saat memberi sambutan pada Seminar Psikologi yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar, Senin (6/7/2026).

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar atas dukungan terhadap penyelenggaraan seminar tersebut yang kemudian dibuka langsung secara resmi oleh Bupati, H. Samsul Mahmud.
Ketum BPP-KWMSB juga menyampaikan rasa bangga atas kehadiran keluarga besar Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) dan KWMSB dari berbagai daerah yang pulang ke tanah lahirnya, selain menghadiri seminar, tentu mempererat silaturahmi dan menghadirkan gagasan untuk pengabdian bagi daerah jauh lebih penting.
Menurutnya, seminar psikologi menjadi semakin relevan di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berubah. Berbagai persoalan sering kali baru mendapat perhatian ketika telah berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Kita sering kali mencari solusi setelah masalah terjadi. Kita mencari bantuan ketika konflik sudah membesar, ketika stres telah menumpuk, ketika hubungan keluarga mulai renggang, atau ketika kesehatan mental sudah terganggu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa psikologi mengajarkan masyarakat untuk mengenali gejala sejak dini, memahami faktor risiko, serta membangun kesiapan menghadapi berbagai persoalan sebelum berkembang menjadi krisis.
“Ini sejalan dengan nilai-nilai Islam sebagaimana kaidah ushul fiqh Dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, yang bermakna mencegah kemudaratan lebih diutamakan daripada meraih kemanfaatan,” ucap Asriaty.
“Karena itu, psikologi bukan hanya ilmu untuk menyelesaikan masalah, tetapi juga ilmu untuk mencegah masalah,” sambungnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan seminar sebagai ruang belajar yang terbuka. Forum tersebut menghadirkan narasumber yang memiliki kapasitas akademik, dan pengalaman panjang dalam mendampingi berbagai persoalan masyarakat.
Menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Muhammad Jufri, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan, serta Dr. Muhammad Zain, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Agama Republik Indonesia yang juga menjabat Ketua Umum Badan Pengurus Pusat KKMSB.

Peserta berasal dari berbagai kalangan, unsur pemerintah daerah, Forkopimda, anggota DPRD, akademisi, guru, tenaga kesehatan, organisasi perempuan, pelaku UMKM, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga aktivis kepemudaan.
Di akhir sambutannya, Ketum KWMSB berharap seminar tersebut mampu menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat ketahanan mental masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Kami berharap seminar ini menjadi sarana untuk memperluas wawasan, memperkuat ketahanan mental, serta membangun masyarakat yang lebih sehat, tangguh, dan saling menguatkan,” tandasnya***

Sebagai Informasi, seminar ini juga dilengkapi dengan kegiatan Class Beauty/Inner Beauty oleh Eka Lestari Harfan (Owner Ratu Arab) dan Kelas Kreasi Jepa Modern yang dipandu oleh Ibu Herawati Islam Andada (Bendahara 1 BPP-KWMSB).


