Tomandar, – Ketua Umum BPP Kerukunan Wanita Mandar Sulawesi Barat (KWMSB), Dr. Hj. Asriaty Alda Zain, M.Ag., resmi melantik Pengurus Badan Pengurus Wilayah (BPW) KWMSB Sulawesi Selatan periode 2026–2030, Rabu, 13 Mei 2026. Dalam pelantikan yang dilakukan secara hybrid di ruang RRI Makassar ini, Asriaty menyampaikan pesan agar menjadi momentum pengabdian perempuan Mandar dalam menjaga nilai budaya dan peradaban.
Menurut Asriaty, perempuan Mandar memiliki peran penting sebagai penjaga nilai, penguat keluarga, sekaligus sumber inspirasi di tengah masyarakat. Ia pun mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga persatuan dan semangat kebersamaan dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Wanita Mandar adalah penjaga nilai, penguat keluarga, dan sumber inspirasi. Mari berlayar seperti sandeq, bersatu dalam kerukunan, menembus ombak zaman,” kata Asriaty.
Ia juga mengingatkan agar pengurus KWMSB menjadi bagian dari upaya dalam menjaga identitas budaya Mandar di tanah rantau. Selebihnya ia berharap, para pengurus mampu menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Sementara itu, Ketua BPW KWMSB Sulsel, Prof. Hj. Heriyati Yatim, M.Pd menyampaikan rasa syukur atas pelantikan tersebut. Tak lupa, ia berterima kasih atas kepercayaan dan amanah memimpin organisasi tempat berhimpunnya para wanita Mandar tersebut.
“Organisasi ini dibangun dengan perjuangan, pengorbanan, serta dedikasi para pendahulu, oleh karena itu saya menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada seluruh pengurus sebelumnya yang telah memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan KWMSB ini” kata Heriyati.
Ia menegaskan, semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kekompakan yang telah terbangun selama ini menjadi modal penting untuk membawa KWMSB semakin maju, aktif, dan memberi manfaat lebih luas, khususnya bagi masyarakat Mandar.
Heriyati juga memberikan penghargaan kepada para pengurus BPW KWMSB sebelumnya yang dinilai telah meletakkan fondasi organisasi melalui perjuangan, pengorbanan, dan dedikasi demi kemajuan KWMSB.
Dalam kepemimpinannya, ia berkomitmen membawa organisasi dengan semangat Sibaliparriq (gotong royong), malaqbi (mulia), sipa’ mandar (saling menguatkan), dan siri’ (harga diri), agar perempuan Mandar terus berperan aktif dalam kehidupan sosial dan pembangunan masyarakat.
Pengurus KWMSB Sulawesi Selatan yang baru dilantik diharapkan mampu mempererat komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat serta mendorong keterlibatan perempuan Mandar dalam pembangunan daerah.
Pembina KWMSB, Dr. H. Muhammad Zain, M.Ag., turut menyampaikan kebanggaannya terhadap banyaknya perempuan Mandar di Sulawesi Selatan yang sukses dan berpendidikan tinggi sehingga dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan Sulawesi Barat dari tanah rantau.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Pelindung KWMSB Sulsel Prof. Dr. Basri Hadanuddin, Ketua KMSB Kota Makassar Rahmat Haris, serta Mimi selaku pengurus DPP KWMSB.
*) (Humas BPW KWMSB Sulsel)


