Merekam Karya, Merawat Budaya

Merekam Karya, Merawat Budaya

PAGUYUBAN KKMSB/KWMSB DI TENGAH ARUS INDIVIDUALISME MODERN: MERAWAT SOLIDARITAS, MEMBANGUN MASA DEPAN

Tanggal:

By: Asriaty Alda Zain

Ketua Umum BPP KWMSB

Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu pesat, kita menyaksikan perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Komunikasi menjadi semakin mudah, tetapi di sisi lain interaksi yang hangat dan kebersamaan perlahan mulai berkurang. Banyak orang sibuk dengan dunianya masing-masing sehingga nilai kekeluargaan, gotong royong, dan kepedulian sosial mulai menghadapi tantangan.

Dalam kondisi seperti ini, keberadaan organisasi paguyuban justru menjadi semakin penting.

Paguyuban bukan sekadar tempat berkumpul sesama warga daerah. Paguyuban adalah ruang silaturahmi, tempat saling membantu, saling menguatkan, menjaga budaya, membangun jaringan sosial, dan memperkuat rasa memiliki di antara sesama anggota. Bagi masyarakat Mandar di perantauan, organisasi seperti KKMSB dan KWMSB bukan hanya wadah berkumpul, tetapi juga rumah bersama yang menghubungkan kita dengan akar budaya dan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.

Namun, agar organisasi tetap hidup dan berkembang, kita harus mampu menjawab tantangan zaman. Salah satu tantangan terbesar adalah regenerasi dan kolaborasi antargenerasi.

Generasi senior memiliki pengalaman, kebijaksanaan, jaringan sosial, pemahaman budaya, serta keteladanan yang sangat berharga. Sementara generasi muda memiliki kreativitas, energi, kemampuan teknologi, dan cara pandang yang lebih dekat dengan perkembangan dunia modern.

Keduanya bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dipadukan.

Bayangkan jika para senior menjadi sumber pengetahuan budaya Mandar, menceritakan sejarah, adat, nilai-nilai Siri’, Sipamandar, dan berbagai kearifan lokal. Kemudian generasi muda mengemasnya menjadi video pendek, podcast, buku digital, dokumenter, dan konten media sosial yang dapat diakses masyarakat luas. Budaya Mandar tidak hanya dikenang, tetapi juga dikenal dan dipelajari oleh generasi masa kini.

Bayangkan pula jika para senior yang memiliki pengalaman usaha dan profesi menjadi mentor bagi mahasiswa dan generasi muda Mandar di perantauan. Organisasi dapat menjadi tempat berbagi pengalaman kerja, beasiswa, peluang usaha, hingga pengembangan karier. Dengan demikian, organisasi tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia.

Kolaborasi juga dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang relevan dengan kebutuhan zaman, seperti:

  • Festival Budaya dan Kuliner Mandar yang terbuka untuk masyarakat umum.
  • Pelatihan konten digital budaya Mandar.
  • Seminar dan diskusi kepemimpinan lintas generasi.
  • Program pendampingan mahasiswa dan pencari kerja.
  • Dokumentasi sejarah tokoh-tokoh Mandar dalam bentuk buku dan media digital.
  • Kegiatan sosial, donor darah, bantuan bencana, dan santunan masyarakat yang membutuhkan.
  • Komunitas olahraga, seni, literasi, dan kewirausahaan yang melibatkan generasi muda.

Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, organisasi tidak hanya dikenal oleh warga Mandar, tetapi juga hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Di era digital saat ini, organisasi juga perlu memperkuat kehadirannya di ruang publik. Media sosial tidak boleh hanya digunakan untuk mengabarkan kegiatan internal, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan budaya, tokoh, kuliner, sejarah, bahasa, seni, dan kontribusi masyarakat Mandar kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Ketika orang mendengar nama Mandar, mereka tidak hanya mengenal daerahnya, tetapi juga mengenal nilai-nilai persaudaraan, budaya maritim, tradisi intelektual, semangat gotong royong, dan kontribusi masyarakat Mandar dalam berbagai bidang kehidupan.

Tantangan lainnya adalah menjaga kekompakan organisasi. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Kritik juga merupakan bagian dari proses perbaikan. Yang perlu kita jaga adalah jangan sampai perbedaan tersebut menghilangkan tujuan bersama yang telah menjadi alasan kita berkumpul.

Dalam pemikiran Ibn Khaldun terdapat konsep Ashabiyah, yaitu solidaritas sosial yang kuat dalam sebuah kelompok. Menurut beliau, kelompok yang memiliki solidaritas kuat akan mampu berkembang dan bertahan menghadapi berbagai tantangan. Sebaliknya, kelompok yang kehilangan rasa kebersamaan akan mudah melemah dari dalam.

Karena itu, yang harus terus kita rawat bukan hanya program kerja, tetapi juga hubungan antaranggota. Organisasi yang kuat bukan karena banyaknya kegiatan atau besarnya jumlah anggota, melainkan karena anggotanya merasa saling memiliki, saling menghargai, dan saling mendukung.

Mari kita jadikan organisasi ini sebagai tempat yang nyaman bagi semua generasi. Tempat untuk belajar, berkarya, menjaga budaya, membantu sesama, dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang lebih luas.

Jika senior dan junior mampu berjalan bersama, pengalaman akan bertemu dengan inovasi, kebijaksanaan akan bertemu dengan kreativitas, dan tradisi akan bertemu dengan teknologi. Dari sinilah lahir organisasi yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, organisasi ini bukan milik pengurus, bukan milik tokoh tertentu, dan bukan milik kelompok tertentu. Organisasi ini adalah milik kita bersama. Tugas kita bukan hanya menjaga organisasi hari ini, tetapi juga menyiapkannya agar tetap hidup, berkembang, dan bermanfaat bagi generasi Mandar di masa depan.

Semoga semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya Mandar senantiasa menjadi perekat yang menguatkan langkah kita bersama.

“Mewarisi nilai dari para pendahulu, mengembangkan gagasan untuk masa depan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama”.

Wallahu A’lam.

Salam KERUKUNAN

Bagikan di:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer di Baca

Postingan Lainnya
Related

BPW KWMSB Sulsel Bagikan Daging Kurban untuk keluarga Prasejahtera di Makassar

MAKASSAR – Mengisi momentum Hari Raya Iduladha tahun 1447...

Bagikan 300 Kantong Daging Kurban, KKMSB, KWMSB dan Baznas RI Bekerjasama

JAKARTA UTARA, Tomandar — Kerukunan Keluarga Mandar (KKMSB) dan...

KKMSB, KWMSB, dan Baznas RI Salurkan Daging Kurban Untuk Warga Mandar di Penjaringan

JAKARTA UTARA, Tomandar — Kerukunan Keluarga Mandar (KKMSB), Kerukunan...

BPW-KWMSB Sulteng Resmi Dilantik, Perkuat Soliditas dan Pemberdayaan Masyarakat

PALU,Tomandar—Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Wanita Masyarakat Sulawesi Barat (BPW-KWMSB)...