Oleh : Arniaty Amin
Odo’ gemulai
menari pa’bisuan’
bertabuh gendang riuh gempita
ampire di tata rara’
ponto lola’ bertahta emas
Titik-titik cahaya di mata berkedip riang
Alunan pompang berlomba genderang gendang
Menghentak mengikis duka
Mungkin sekali kulupakan kisah kelam banua ini
Meronce manik-manik aneka warna jadi sassang
Memasangnya di dada Indo’ Banua
Namun kisah telah terekam sebagai sejarah duka
Bagaimana diri terus merangkak ke gunung lembah berlumpur
Hingga tiba di arena sumayo
Melenggang riang melupakan luka
Mantera-mantera berubah doa di hamparan hijau
Memoribilia berputar seirama liukang Odo’ di puncak malangngi’
Kutangkupkan kedua jemari
Isyarat syukur pada karunia Ilahi
Pa’bisuan
Kisah adat yang menanamkan rasa terima kasih pada Sang Pencipta
Tuhan kulihat diriku pada cermin
Uto menggenggam Odo’ sepenuh bahagia
Mks, 10 Maret 2023
Selamat HUT Mamasa ke-21
Kurre sumanga: Bp Pdt Ronald Arulangi Kak Anna Sari untuk masukannya
Pak P Arie atas inspirasinya
Arti :
Odo: dara
Uto: jejaka
Malangngi’: situasi ekstasis
Pa’bisuan/sumayo: Tarian suka cita
Sassang: jumbai manik
Ponto lola: gelang emas lambang matahari sbg simbol cahaya kehidupan
Ampire: sarung penari
Pompang: alat musik dari bambu


