Oleh : Arniyaty Amin
Cuaca suram republik ini menciptakan badai di kampungmu
Menerjang kearifan para tetua
Ada kisah yang ingin disapunya dari jejak luhur batu-batu sakral di dapur ibumu
Badai ini kiriman Republik ingin menghapus coretan-coretan sejarah yang terukir indah pada tiang-tiang kokoh banua adat
membabi buta sangat kalap
Seluruh isi kampung ingin dilahapnya
Beberapa wajah perempuan menyusui generasi suci pucat pasi
Akankah anak susu mereka menjadi anak badai?
kau memandangku dari ketinggian masa kini
lewat celah daun-daun anggrek
akankah biarkan badai seenaknya melibas kampung mu?
Semua tahu entah berapa lama kampung ini berjuang membantai paceklik nurani
Hingga perlahan badai mereda di sela gempa mulai setia
Sungguh ingin kutemui kau menerjemahkan segala asa tentang kampung ini
tetap meriah merayakan hari-hari kenangan
Padahal badai sedang menyapa merdu
Makassar, 11 Maret 2026
Selamat Ulang Tahun Kab. Mamasa


