Tomandar, – Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Kerukunan Warga Mandar Sulawesi Barat (KWMSB) Wilayah Sulawesi Selatan yang digelar di Gedung PTSP Kota Makassar, Sabtu (9/5/2026), resmi berakhir. Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan krusial berupa penerimaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) ketua periode sebelumnya, penetapan pergantian kepemimpinan, hingga restrukturisasi pengurus.
Dalam forum tersebut, Prof. Dr. Heriyati Yatim, M.Pd terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KWMSB Sulawesi Selatan masa bakti 2025–2030.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Prof. Heriyati langsung bergerak cepat dengan menggelar rapat perdana. Agenda utamanya adalah pembentukan tim formatur guna menyusun komposisi kepengurusan yang baru.
Struktur organisasi kali ini akan mencakup tujuh bidang strategis, antara lain: Bidang Departemen Pendidikan dan Literasi, Bidang Seni Budaya dan Pariwisata, Bidang Keagamaan Dakwah dan Kemanusiaan, Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan, Bidang Hukum Perlindungan Anak dan Perempuan, dan Bidang Humas Kemitraan dan Publikasi.
Dalam sambutannya, Prof. Heriyati menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen pengurus dan anggota. Ia bertekad membawa KWMSB Sulawesi Selatan menjadi organisasi yang lebih maju, solid, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Mandar di perantauan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus, pembina, maupun penasihat agar tetap berpijak pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
“Dengan bekerja sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing, insya Allah roda organisasi akan berjalan lebih tertib, harmonis, dan efektif,” ujar Prof. Heriyati.
Lebih jauh ia mengajak seluruh pengurus untuk bersatu dan bahu-membahu membangun marwah organisasi. “Bersama-sama kita bekerja untuk membawa KWMSB menjadi lembaga yang bermartabat dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (*)
*)Humas KWMSB Sulsel


