Oleh: Arniyaty Amin
(Penggiat Literasi)
Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan mencakup seluruh total dari pikiran, karya, dan hasil karya manusia. Budaya adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Ini mencakup cara hidup, adat istiadat, kepercayaan, pengetahuan, seni, dan perilaku yang diwariskan dari generasi ke generasi, serta bersifat kompleks dan dinamis.
Budaya berfungsi sebagai identitas kelompok, pedoman perilaku, dan alat komunikasi yang seharusnya dipelajari, diwariskan, dimiliki bersama, dengan sifatnya yang adaptif dan kompleks.
Dari pengertiannya bahwa budaya berasal dari bahasa Sansekerta “buddhayah” (budi/akal) dan bahasa Inggris “culture” (mengolah/mengerjakan), maka sebagai generasi pertengahan antara generasi sebelumnya dan generasi setelah kita, kita semestinya terlibat dalam upaya: Pelestarian, pengembangan dan perlindungan hasil budaya, penyusunan rencana induk pemajuan kebudayaan daerah.
Hari Kebudayaan Polewali Mandar ditetapkan pada 8 Maret. Untuk memperingati diskusi ilmiah pertama mengenai kebudayaan dan sejarah Mandar pada 8 Maret 1971. Peringatan ini bertujuan melestarikan, mengembangkan, dan melindungi warisan budaya lokal melalui berbagai festival dan kegiatan budaya.
Lalu bagaimana dengan diaspora Polewali Mandar di seluruh dunia? Sebagai salah satu unsur budaya, bahasa daerah tetap digunakan atau diajarkan ke anak-anak terlepas dari hasil pernikahan antar suku bangsa untuk mempermudah mereka mempelajari budaya dan seni Polewali Mandar.
Semoga kedepannya kita semua semakin dimudahkan dalam upaya pelestarian budaya Polewali Mandar dan Sulawesi Barat pada umumnya.(*)


