Tomandar, – Batik Sulawesi Barat hadir membawa sebuah cerita. Cerita yang tidak ditulis dengan tinta, tetapi ditenun dengan warna, digores dengan motif, dan dihidupkan dalam selembar kain batik.
Batik Sulawesi Barat yang didesain oleh Asriaty Alda Zain Ketua BPP KWMSB.
Seoran wanita mandar, mencoba merangakai icon Sulawesi Barat dalam selembar kain menjadi saksi perjalanan sejarah dan kebanggaan budaya.
Batik Sulawesi Barat selembar kain yang bercerita tentang budaya Mandar. Disana ada Dali Mandar, cermin kejernihan jiwa dan ketulusan hati. Ada Saiyyang Pattu’du, kuda penari yang memancarkan keanggunan, keberanian, sekaligus kemegahan tradisi.
Tampak Lopi Sandeq, perahu legendaris Mandar, melambangkan keberanian dan ketangguhan pelaut Sulawesi Barat. Berdiri Rumah Mandar, rumah yang hangat sebagai simbol kearifan dan persaudaraan. Ikan tuing-tuing, lambang kehidupan laut yang melimpah. Motif Sekomandi, warisan persatuan, perekat kebersamaan.
Dirangkai indah dengan garis kotak-kotak, sebagai lambang harmoni dan keseimbangan hidup orang Mandar.
Batik Sulawesi Barat adalah suara, adalah bahasa, adalah wujud eksistensi Mandar dalam jagat batik Nusantara. Sebuah pesan yang kami titipkan pada dunia: bahwa budaya Mandar tidak hanya dijaga, tetapi juga dirayakan, dikenalkan, dan diwariskan.


