Oleh: Asmawati
(Ketua BPC KWMSB Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara)
Orang Mandar berasal dari pesisir barat Pulau Sulawesi, yang kini menjadi bagian dari wilayah Sulawesi Barat. Sejak dahulu, masyarakat Mandar dikenal sebagai pelaut, pedagang, dan perantau ulung. Jiwa merantau inilah yang kemudian mengantarkan mereka datang dan menetap di berbagai daerah, termasuk di Kolaka Utara.
Kedatangan orang Mandar ke Kolaka Utara terjadi dalam berbagai periode. Sebagian besar didorong oleh faktor ekonomi, seperti perdagangan, pertanian, dan perikanan. Dengan semangat kerja keras dan kemandirian, mereka membuka usaha, mengolah lahan, serta berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
Dalam prosesnya, orang Mandar membangun hubungan sosial yang harmonis dengan berbagai suku yang telah lebih dahulu menetap, seperti suku Tolaki, Bugis, Kaili, Toraja, hingga masyarakat dari Bulukumba. Interaksi yang terjalin tidak hanya sebatas hubungan ekonomi, tetapi juga berkembang menjadi ikatan kekeluargaan dan persaudaraan yang erat.
Nilai budaya dan etika masyarakat Mandar dikenal sangat kuat. Salah satu prinsip yang dijunjung tinggi adalah “Kayyang Siri”, yaitu menjunjung tinggi harga diri, kejujuran, dan kehormatan dalam berinteraksi. Sikap ramah tamah, sopan santun, serta komitmen terhadap kepercayaan menjadikan orang Mandar mudah diterima dan dipercaya oleh masyarakat lokal.
Sikap harmonis dan kolaboratif ini pula yang membuat masyarakat Mandar mampu menjalin kerja sama yang baik dengan berbagai elemen masyarakat di Kolaka Utara. Tidak sedikit tokoh Mandar yang turut berkontribusi dalam bidang pemerintahan dan pembangunan daerah. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kemajuan Kolaka Utara sebagai tanah rantau yang telah menjadi rumah bersama.
Saat ini, banyak generasi Mandar di Kolaka Utara yang telah beranak pinak, namun belum pernah menginjakkan kaki di tanah leluhur mereka.
Melalui wadah Kerukunan Wanita Mandar Sulawesi Barat (KWMSB), khususnya BPC Kolaka Utara, kami berupaya menumbuhkan kembali rasa cinta terhadap akar budaya dan sejarah Mandar. Insya Allah, melalui kebersamaan dalam organisasi ini, semakin banyak yang terdorong untuk mengenal Mandar lebih dekat, bersilaturahmi ke tanah leluhur, sekaligus melaksanakan wisata religi.
Harapannya, generasi penerus tetap mengenal jati diri dan nilai-nilai budaya yang menjadi warisan berharga dari para pendahulu.(*)
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


